Bioacoustics Monitoring dengan AI: Mendengarkan Kesehatan Ekosistem

Setiap ekosistem memiliki “soundscape” yang unik—paduan suara dari serangga, burung, amfibi, dan mamalia. Pemantauan Bioakustik menggunakan jaringan sensor mikrofon yang diletakkan di hutan, terumbu karang, atau lahan pertanian untuk terus-menerus merekam suara lingkungan. AI kemudian menganalisis rekaman ini untuk:

  1. Mengidentifikasi dan Menghitung Spesies: Mengenali panggilan khas setiap spesies, melacak keanekaragaman hayati dan pergerakan populasi.
  2. Mendeteksi Perilaku dan Stres: Mengidentifikasi panggilan kawin, tanda bahaya, atau vokalisasi yang menunjukkan stres akibat panas atau kekeringan.
  3. Mendengarkan Perubahan Ekosistem: Perubahan dalam soundscape (misalnya, keheningan akibat hilangnya serangga) dapat menjadi indikator dini degradasi lingkungan.

Teknologi ini memberikan data ekologi longitudinal yang kaya dengan biaya lebih rendah dan gangguan yang lebih kecil daripada survei manual. Aplikasinya meliputi konservasi, pertanian presisi (mendeteksi hama dari suaranya), dan memantau kesehatan terumbu karang dari suara ikan dan udang.

Sumber: Methods in Ecology and Evolution, “Automated acoustic monitoring of biodiversity using deep learning” (2024); Ecological Indicators, “Soundscape analysis for ecosystem health assessment” (2023).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *