Teknologi Film dan Animasi 2026: Aktor Digital, Skenario AI, dan Film Interaktif

Hollywood – Dunia hiburan berubah cepat. Streaming sudah mengalahkan TV kabel. Sekarang AI mulai mengalahkan manusia di belakang layar—dan mungkin di depan layar.

Aktor Digital

Aktor digital yang mirip manusia nyata sudah sangat canggih. Film terbaru Marvel menggunakan aktor digital untuk adegan tertentu, atau untuk “meremajakan” aktor tua (de-aging).

Beberapa aktor menjual “likeness” mereka ke studio. Studio bisa membuat film dengan aktor tersebut tanpa perlu kehadiran fisik, cukup bayar lisensi. Ini kontroversial, dan serikat aktor Hollywood mogok besar 2024 untuk mengatur ini.

Skenario AI

AI bisa menulis skenario dalam berbagai genre. Sutradara memberikan premis, karakter, dan tone, AI menghasilkan draft. Manusia kemudian mengedit, memperbaiki dialog, dan menambah nuansa.

Beberapa film indie di Sundance 2026 ditulis bersama AI. Hasilnya? Cukup bagus, tapi kritikus bilang kurang “jiwa”.

Film Interaktif

Bandersnatch (Black Mirror) adalah pelopor. Di 2026, film interaktif jadi genre sendiri. Penonton memilih jalan cerita di titik-titik kritis. Ada puluhan ending.

Netflix dan HBO bereksperimen dengan teknologi ini. Tantangan: biaya produksi mahal karena harus syuting banyak kemungkinan.

Dubbing Otomatis dengan Sinkron Bibir

AI bisa mengganti suara aktor dengan bahasa lain, dan menyesuaikan gerakan bibir (lip-sync) agar terlihat natural. Film asing tidak perlu lagi dubbing kaku, bisa dinikmati dengan suara lokal tapi bibir aktor seolah bicara bahasa itu.

Tantangan Hak Cipta

Siapa pemilik film yang dibuat AI? Studio yang membayar AI? Pembuat AI? Atau publik? Ini masih abu-abu.

Di AS, beberapa kasus pengadilan sedang berproses. Hasilnya akan menentukan industri ke depan.