Bali, Maret 2026 – Hutan mangrove di pesisir Bali selama ini menjadi benteng alami melawan abrasi dan tsunami. Namun, alih fungsi lahan dan pencemaran mengancam kelestariannya. Teknologi pemantauan canggih hadir untuk melindungi ekosistem vital ini.
Drone otonom “MangroveEye” diterbangkan setiap minggu memotret ribuan hektar hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Kamera multispektral mendeteksi kesehatan mangrove dari udara: mana yang hijau subur, mana yang mulai menguning atau mati.
Sensor tanah yang ditanam di 100 titik mengukur kadar garam, pH, dan kelembaban. Data dikirim real-time ke pusat kendali di Dinas Kehutanan Bali. Jika ada anomali, tim segera turun tangan.
Dalam 6 bulan, sistem ini berhasil mendeteksi dini serangan hama di 10 hektar mangrove. Petugas bisa mengisolasi dan mengobati sebelum meluas. Abrasi di pantai yang dilindungi mangrove turun 70 persen.
Kepala Dinas Kehutanan Bali sangat puas. “Mangrove adalah pelindung kami. Dengan teknologi ini, kami bisa menjaganya tetap sehat. Wisatawan juga senang melihat hutan hijau.”
Aplikasi “Mangrove Lestari” memungkinkan masyarakat ikut memantau. Warga bisa lapor jika melihat kerusakan atau penebangan. Semua jadi penjaga mangrove.