Gerakan arsitektur oneirik tahun 2026 menciptakan ruang yang terinspirasi langsung oleh logika mimpi dan alam bawah sadar kolektif. Menggunakan database besar mimpi yang dikumpulkan dari ribuan orang melalui aplikasi pelacak mimpi, AI mengidentifikasi arsetip arsitektural mimpi—ruang tanpa akhir, tangga yang menuju ke mana-mana dan tidak ke mana-mana, pintu yang berubah ukuran, kamar di dalam kamar. Arsitek kemudian menerjemahkan pola-pola ini ke dalam struktur fisik yang dapat dihuni. Museum Oneiric di Berlin memiliki ruangan yang secara fisik meluas ketika lebih banyak orang masuk, menciptakan ilusi ruang yang tidak tetap. Perpustakaan di Seoul memiliki rak buku yang berubah susunannya berdasarkan apa yang diimpikan pembaca malam sebelumnya. Hotel-hotel menawarkan kamar “lucid dream” dengan dinding yang tampak bernapas dan furnitur yang merespons tidur tamu. Arsitektur oneirik tidak berusaha fungsional dalam pengertian tradisional; tujuannya adalah menciptakan pengalaman ketidakmungkinan yang fisik, mengaburkan batas antara bangun dan bermimpi, antara hukum fisika dan kebebasan imajinasi.
Related Posts
⚖️ Perbandingan: Cloud Computing Solutions – Mana yang Lebih Baik?
- admin
- Februari 4, 2026
- 2 min read
- 0
AI-Driven Personalized Nutritech: Suplementasi & Makanan Berbasis Profil Mikrobioma
- admin
- Februari 4, 2026
- 1 min read
- 0