Sistem Manajemen Baterai pada Kendaraan Listrik berbasis State of Charge (SOC) Menggunakan Logika Fuzzy

Pendahuluan

Baterai adalah komponen paling kritis pada kendaraan listrik. Manajemen baterai yang baik memperpanjang umur dan menjaga keamanan. Penelitian ini mengembangkan BMS (Battery Management System) berbasis logika fuzzy untuk estimasi SOC yang akurat.

Karakteristik Baterai

Menggunakan baterai lithium-ion 18650, konfigurasi 13S4P (48V, 20Ah). Parameter penting: tegangan, arus, suhu, dan SOC.

Metode Estimasi SOC

Metode konvensional: Coulomb counting (integrasi arus) akumulasi error. Penelitian ini menggabungkan Coulomb counting dengan koreksi berbasis tegangan dan suhu menggunakan logika fuzzy.

Desain Logika Fuzzy

Input: Tegangan (12-54V), arus (-50A hingga +50A), suhu (0-50°C)
Output: Koreksi SOC (-10% hingga +10%)
Aturan fuzzy: 27 aturan (3x3x3). Contoh: Jika tegangan rendah DAN arus besar positif DAN suhu tinggi, maka koreksi negatif (over-estimation).

Implementasi

BMS diimplementasikan dengan Arduino Due, sensor arus ACS758, sensor tegangan pembagi, sensor suhu DS18B20. Data ditampilkan di LCD dan dikirim via Bluetooth.

Hasil Pengujian

Uji dinamis dengan siklus pengisian-pengosongan. Error SOC maksimum 3,2% dibanding metode referensi (Open Circuit Voltage). Lebih baik dari Coulomb counting murni (error 8,7%). Respons cepat terhadap perubahan beban.

Pembahasan

Logika fuzzy mampu menangani non-linearitas baterai lithium-ion. BMS juga melindungi dari over-charge, over-discharge, dan over-temperature dengan memutus relay.

Kesimpulan

BMS berbasis fuzzy logic memberikan estimasi SOC akurat dan perlindungan komprehensif untuk baterai kendaraan listrik. Biaya komponen Rp 850.000 per unit.

Kata Kunci: BMS, State of Charge, Logika Fuzzy, Kendaraan Listrik, Baterai Lithium