Deteksi Serangan DDoS pada Jaringan Skala Kecil menggunakan Metode Machine Learning dengan fitur Traffic Analysis

Pendahuluan

Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) tidak hanya menargetkan perusahaan besar, tetapi juga UMKM dan institusi pendidikan dengan jaringan skala kecil. Deteksi dini diperlukan untuk mitigasi cepat. Penelitian ini menggunakan machine learning untuk mendeteksi DDoS.

Dataset

Menggunakan dataset CIC-DDoS2019 yang berisi traffic normal dan berbagai serangan DDoS. Juga melakukan simulasi serangan di jaringan kampus dengan 50 host.

Fitur Traffic

20 fitur diekstrak dari packet capture:

  • Byte rate, packet rate
  • Flow duration
  • Protocol
  • Source/destination port
  • TCP flags
  • Packet size statistics (mean, variance)
  • Inter-arrival time

Algoritma

Uji 5 algoritma: Decision Tree, Random Forest, SVM, K-NN, Neural Network. Evaluasi dengan cross-validation 10-fold.

Hasil

Random Forest terbaik dengan akurasi 98,7%, precision 0,98, recall 0,97, F1-score 0,97. Deteksi dalam waktu <1 detik setelah serangan dimulai. False positive rate 1,2%.

Implementasi

Sistem diimplementasikan dengan Python dan Scapy untuk packet capture, model Random Forest disimpan dengan pickle. Berjalan di Raspberry Pi 4 sebagai sensor jaringan.

Pembahasan

Deteksi dini memungkinkan mitigasi otomatis: memblokir IP sumber dengan iptables. Sistem mampu membedakan serangan tipe SYN flood, UDP flood, dan HTTP flood.

Kesimpulan

Machine learning efektif untuk deteksi DDoS dengan sumber daya terbatas. Biaya implementasi Rp 1,5 juta (Raspberry Pi), cocok untuk jaringan skala kecil.

Kata Kunci: DDoS, Machine Learning, Deteksi Serangan, Keamanan Jaringan, Random Forest