Pendahuluan
Tanah longsor sering terjadi di daerah perbukitan dengan korban jiwa signifikan. Sistem peringatan dini konvensional mahal dan sulit dipasang di banyak titik. Penelitian ini merancang sistem murah dengan sensor dan jaringan mesh.
Desain Node Sensor
Komponen per node:
- Mikrokontroler: ESP32
- Sensor: soil moisture (kapasitif), accelerometer (getaran), rain gauge
- Komunikasi: ESP-NOW (jaringan mesh) + LoRa untuk backbone
- Catu daya: Panel surya 5W + baterai 18650
Arsitektur Jaringan
Node membentuk mesh network dengan ESP-NOW. Data dikirim ke node tetangga hingga mencapai gateway. Gateway mengirim ke server via internet (4G). Jika internet putus, data disimpan lokal.
Algoritma Peringatan
Parameter bahaya:
- Kelembaban tanah > 80% (jenuh) selama > 6 jam
- Getaran signifikan (akumulasi > threshold)
- Curah hujan > 50 mm/hari
Tingkat peringatan:
- Waspada: 1 parameter terpenuhi
- Siaga: 2 parameter terpenuhi
- Awas: 3 parameter terpenuhi + pergerakan tanah
Implementasi
Diuji di Desa Puncak, Bogor dengan 15 node selama musim hujan. Jarak antar node 200-500 meter.
Hasil
Sistem beroperasi 3 bulan dengan uptime 98%. Mendeteksi 2 kejadian longsor kecil (berhasil memberi peringatan 2 jam sebelumnya). Konsumsi daya node: 120 mA aktif, 10 mA sleep, panel surya mencukupi.
Pembahasan
Masyarakat menerima peringatan via WhatsApp dan sirine. Evakuasi dini menyelamatkan 50 KK pada satu kejadian. Biaya per node Rp 1,2 juta.
Kesimpulan
Sensor mesh murah dan efektif untuk peringatan dini longsor di daerah terpencil.
Kata Kunci: Tanah Longsor, Peringatan Dini, Sensor Jaringan, ESP-NOW, IoT