Sistem Deteksi Kebocoran Pipa Air PDAM berbasis Pressure Sensor dan Flow Meter dengan Analisis Data

Pendahuluan

Kebocoran pipa air PDAM mencapai 30-40% di beberapa kota, menyebabkan kerugian finansial dan kelangkaan air. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi kebocoran dengan memantau tekanan dan aliran.

Desain Sistem

Node Pemantau:

  • Sensor tekanan (pressure transducer) di titik-titik kritis
  • Flow meter ultrasonic (non-invasif) untuk mengukur debit
  • Mikrokontroler: ESP32 dengan GSM/LoRa
  • Data dikirim setiap 15 menit

Metode Deteksi

Akustik (getaran): Kebocoran menghasilkan getaran frekuensi tinggi yang merambat di pipa. Sensor accelerometer pada pipa mendeteksi.
Hidrolik: Perbedaan antara debit masuk dan keluar yang signifikan (>10%) mengindikasikan kebocoran.
Tekanan: Penurunan tekanan mendadak di satu titik.

Algoritma

Machine learning (Random Forest) dilatih dengan data simulasi kebocoran (membuka katup kecil). Fitur: tekanan, debit, frekuensi getaran.

Implementasi

Dipasang di jaringan PDAM Kota Bogor (10 km pipa) dengan 25 node selama 4 bulan.

Hasil

  • Mendeteksi 5 kebocoran (2 bocor kecil, 3 bocor sedang) sebelum terlihat di permukaan
  • Waktu deteksi: rata-rata 2 jam setelah kebocoran (vs mingguan untuk patroli)
  • Akurasi: 92% (true positive), false alarm 8% (saat pemakaian tinggi)
  • Estimasi lokasi kebocoran: ±50 meter (dengan analisis time difference)

Pembahasan

Kebocoran kecil sulit dideteksi (<1 liter/menit). Diperlukan sensor lebih sensitif. Biaya per node Rp 3,5 juta, ROI <1 tahun dari penghematan air.

Kesimpulan

Monitoring tekanan dan aliran dengan ML efektif mendeteksi kebocoran dini, menghemat air dan meningkatkan pendapatan PDAM.

Kata Kunci: Deteksi Kebocoran, Pipa Air, PDAM, IoT, Machine Learning