Sistem Pemantauan dan Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis IoT untuk Daerah Irigasi Pertanian

Kelangkaan air dan manajemen irigasi yang tidak efisien sering kali menjadi masalah di daerah pertanian Indonesia. Pada tahun 2026, sistem pemantauan dan pengelolaan sumber daya air berbasis Internet of Things (IoT) diterapkan di beberapa wilayah irigasi utama, seperti di Jawa dan Sulawesi. Sistem ini terdiri dari sensor yang dipasang di saluran irigasi, bendungan, dan lahan pertanian untuk mengukur tingkat air, kelembaban tanah, dan cuaca lokal. Data dari sensor dikirim ke pusat kontrol melalui jaringan nirkabel dan dianalisis untuk mengoptimalkan alokasi air.

Petani dapat mengakses informasi ini melalui aplikasi mobile yang memberikan rekomendasi tentang waktu dan jumlah air yang diperlukan untuk tanaman mereka. Sistem ini juga memungkinkan kontrol jarak jauh pada pintu air irigasi, sehingga distribusi air dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Uji coba di daerah Klaten, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 30% dan peningkatan produktivitas tanaman. Tantangan yang dihadapi meliputi keandalan sensor di lingkungan yang keras dan keterbatasan konektivitas internet di daerah pedesaan. Namun, dengan pengembangan jaringan komunikasi yang lebih luas dan peningkatan kesadaran petani terhadap teknologi, sistem ini berpotensi untuk diterapkan secara nasional, mendukung ketahanan pangan dan konservasi air di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *