Penerjemah instan seperti Google Translate akan berevolusi menjadi asisten percakamaan universal real-time yang memahami konteks budaya dan nuansa. Di 2026, kacamata pintar atau earphone khusus akan dapat menerjemahkan percakapan dua arah secara alami, hampir tanpa jeda, sambil mempertahankan emosi dan intonasi pembicara.
Kemajuan kuncinya adalah model AI yang dilatih bukan hanya pada teks, tetapi juga pada audio dari ribuan bahasa dan dialek, memahami idiom, slang, dan humor. Perangkat ini akan bekerja secara on-device untuk privasi dan dapat digunakan dalam situasi bisnis penting, perjalanan, atau bahkan untuk mempelajari bahasa dengan cara yang imersif. Aplikasi melampaui pariwisata, misalnya di ruang gawat darurat untuk komunikasi dengan pasien atau dalam diplomasi internasional. **Perusahaan seperti Google (Pixel Buds Pro), Timekettle, dan startup AI seperti DeepL akan bersaing. Tantangannya adalah akurasi dalam percakapan cepat dengan aksen berat dan menghindari kesalahan yang memalukan secara budaya.