Quantum sensing akan merevolusi pencitraan medis pada tahun 2026 dengan memungkinkan MRI dengan resolusi molekuler dan kepekaan yang jauh lebih tinggi. Sensor kuantum yang menggunakan atom dingin atau defect dalam berlian (NV centers) dapat mendeteksi medan magnet yang sangat lemah dari aktivitas saraf atau biomarker penyakit.
Teknologi ini dapat mengarah pada: 1) MRI fungsional (fMRI) dengan resolusi temporal dan spasial yang lebih baik untuk mempelajari otak; 2) Deteksi dini penyakit seperti Alzheimer melalui biomarker magnetik; 3) Pemindaian seluruh tubuh dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan dan lembaga penelitian seperti QuTech dan Harvard University memimpin pengembangan.
Tantangan termasuk: membuat sensor tetap stabil di lingkungan klinis, biaya, dan miniaturisasi. Namun, potensi untuk diagnosis dini dan pemahaman penyakit yang lebih baik sangat besar. Pada tahun 2026, kita akan melihat prototipe pertama pemindai MRI kuantum di rumah sakit penelitian, membuka jalan untuk pencitraan medis generasi berikutnya.