Pusat data adalah raksasa pemakan energi. Generasi berikutnya, Green Data Center 2.0, akan mengadopsi sistem manajemen energi yang sangat granular dan otomatis. Ribuan sensor akan memetakan konsumsi daya, suhu, dan kelembaban di setiap rak server, bahkan di level CPU individual. AI kemudian menganalisis data ini untuk mengoptimalkan pendinginan (dengan cairan atau udara yang lebih presisi), memindahkan beban komputasi (workload) ke server yang paling efisien secara energi, dan bahkan mengatur waktu komputasi intensif untuk bertepatan dengan saat pasokan listrik terbarukan (matahari/angin) melimpah. Sistem ini bertujuan mencapai PUE (Power Usage Effectiveness) mendekati 1.0 (efisiensi sempurna), secara drastis mengurangi jejak karbon industri digital.
Related Posts
📊 Studi Kasus: Cloud Computing Solutions – Success Stories dari Industri
- admin
- Februari 4, 2026
- 2 min read
- 0
Manajemen Krisis & Public Relations untuk Perusahaan Teknologi
- admin
- Januari 21, 2026
- 1 min read
- 0
Seni dan Hiburan Immersive: Konser Virtual dan Pameran Seni di Dunia Maya
- admin
- Februari 5, 2026
- 1 min read
- 0