Sonic Interaction Design & Spatial Audio Engineering: Merancang Dunia melalui Suara 2026

Laboratorium Sonic Interaction Design and Spatial Audio Engineering di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Telkom University adalah tempat di mana suara tidak hanya didengar, tetapi dirancang sebagai antarmuka dan pengalaman. Menggunakan teknologi spatial audio (seperti Dolby Atmos, binaural recording) dan transduser haptik yang mengubah suara menjadi getaran, mahasiswa merancang pengalaman imersif yang mendefinisikan ulang hubungan kita dengan informasi dan lingkungan.

Aplikasinya lintas bidang. Untuk penyandang tunanetra, mereka merancang sistem navigasi dalam ruangan yang menggunakan suara 3D untuk membimbing pengguna (“pintu keluar ada di depan 5 langkah, 30 derajat ke kanan”). Untuk arsitektur virtual, mereka menciptakan simulasi akustik ruangan yang berbeda-beda. Untuk museum, mereka membuat instalasi di mana pengunjung “mendengar” narasi sejarah dari arah yang berbeda sesuai posisi mereka.

Mahasiswa berasal dari desain komunikasi visual, teknik elektro, dan seni pertunjukan. Mereka belajar fisika akustik, pemrosesan sinyal digital, dan psikologi persepsi. Nilai uniknya adalah pendekatan human-centered terhadap teknologi audio, yang sering kali terabaikan di tengah dominasi visual. Lulusan menjadi ahli yang dicari oleh industri entertainment (film, game), teknologi assistif, dan desain ruang publik pintar, membawa kepekaan seni dan empati ke dalam solusi teknikal.