Postgres untuk Semua: Ketika Single Database Bisa Jadi OLTP, OLAP, Cache, dan Message Queue.

Kita hidup di era polyglot persistence — pilih database spesialistik untuk setiap tugas. Tapi, kompleksitas operasionalnya tinggi. PostgreSQL, si dinosaur yang tangguh, ternyata berevolusi menjadi “Swiss Army Knife” database yang bisa menangani banyak peran, cocok untuk startup atau tim kecil yang ingin sederhana dulu.

Kemampuan Super Modern Postgres:

  1. OLTP (Transaksi): Sudah jadi DNA-nya. ACID, foreign key, constraints.
  2. OLAP (Analitik): Dengan ekstensi citus (sharding) dan fitur native seperti parallel queryBRIN/INDEX yang efisien, dan window functions, Postgres bisa menangani analitik yang cukup berat. Materialized Views untuk caching query kompleks.
  3. Cache: pg_buffercache adalah cache internal. Untuk cache aplikasi, gunakan UNLOGGED tables (data hilang saat restart, tapi cepat) atau ekstensi seperti redis_fdw (foreign data wrapper untuk Redis).
  4. Message Queue / PubSub: Ekstensi pgmq (oleh Tembo) atau pg_eventserv memungkinkan pola publish-subscribe. Atau, buat tabel sederhana dengan kolom idchannelpayloadprocessed — ini pola yang robust dan transactional.
  5. Full-Text Search: tsvector dan tsquery sudah sangat powerful untuk banyak kasus pencarian teks, mengurangi kebutuhan Elasticsearch awal.
  6. Object Store / File: Tipe data BYTEA atau Large Objects bisa menyimpan file kecil.

Keuntungan Utama: Simplicity & Consistency.

  • Satu Teknologi untuk Dikelola: Backup, recovery, monitoring, keamanan, hanya satu sistem.
  • Transaksi Antar “Fitur”: Lo bisa meng-enqueue message (insert ke tabel queue) dan update data bisnis dalam transaksi atomik yang sama. Ini mustahil jika queue-nya Redis terpisah.
  • Mudah Prototipe & Iterasi: Tidak perlu setup banyak infrastruktur. Cukup buat tabel baru atau ekstensi.

Kapan Harus Berpaling ke Spesialis?
Postgres bukan solusi untuk semua. Pindah ke spesialis jika:

  • Scale OLAP Massive: Butuh ClickHouse/DuckDB untuk query agregasi sub-detik di atas milyaran baris.
  • Cache yang Sangat Cepat & High-Throughput: Redis/Memcached masih juara.
  • Search yang Sangat Kompleks & Fuzzy: Elasticsearch dengan analisis teksnya lebih kaya.
  • Queue yang Butuh Throughput Ekstrem & Stream Processing: Apache Kafka/Pulsar.

Filosofi: “Satu Database untuk Rule Them All” (Awalnya).
Gunakan Postgres sebagai “default choice”. Ketika kebutuhan tumbuh dan metrik spesifik (throughput, latency, volume data) menunjukkan bottleneck yang tidak bisa diatasi dengan optimasi Postgres, barulah pilih database spesialis. Pendekatan ini menghindari premature optimization dan complexity overhead yang tidak perlu di awal. Postgres adalah pondasi yang luar biasa kuat untuk membangun dari 0 ke 1, bahkan hingga 10.