Kita hidup di era polyglot persistence — pilih database spesialistik untuk setiap tugas. Tapi, kompleksitas operasionalnya tinggi. PostgreSQL, si dinosaur yang tangguh, ternyata berevolusi menjadi “Swiss Army Knife” database yang bisa menangani banyak peran, cocok untuk startup atau tim kecil yang ingin sederhana dulu.
Kemampuan Super Modern Postgres:
- OLTP (Transaksi): Sudah jadi DNA-nya. ACID, foreign key, constraints.
- OLAP (Analitik): Dengan ekstensi
citus(sharding) dan fitur native seperti parallel query, BRIN/INDEX yang efisien, dan window functions, Postgres bisa menangani analitik yang cukup berat. Materialized Views untuk caching query kompleks. - Cache:
pg_buffercacheadalah cache internal. Untuk cache aplikasi, gunakanUNLOGGEDtables (data hilang saat restart, tapi cepat) atau ekstensi sepertiredis_fdw(foreign data wrapper untuk Redis). - Message Queue / PubSub: Ekstensi
pgmq(oleh Tembo) ataupg_eventservmemungkinkan pola publish-subscribe. Atau, buat tabel sederhana dengan kolomid,channel,payload,processed— ini pola yang robust dan transactional. - Full-Text Search:
tsvectordantsquerysudah sangat powerful untuk banyak kasus pencarian teks, mengurangi kebutuhan Elasticsearch awal. - Object Store / File: Tipe data
BYTEAatau Large Objects bisa menyimpan file kecil.
Keuntungan Utama: Simplicity & Consistency.
- Satu Teknologi untuk Dikelola: Backup, recovery, monitoring, keamanan, hanya satu sistem.
- Transaksi Antar “Fitur”: Lo bisa meng-enqueue message (insert ke tabel queue) dan update data bisnis dalam transaksi atomik yang sama. Ini mustahil jika queue-nya Redis terpisah.
- Mudah Prototipe & Iterasi: Tidak perlu setup banyak infrastruktur. Cukup buat tabel baru atau ekstensi.
Kapan Harus Berpaling ke Spesialis?
Postgres bukan solusi untuk semua. Pindah ke spesialis jika:
- Scale OLAP Massive: Butuh ClickHouse/DuckDB untuk query agregasi sub-detik di atas milyaran baris.
- Cache yang Sangat Cepat & High-Throughput: Redis/Memcached masih juara.
- Search yang Sangat Kompleks & Fuzzy: Elasticsearch dengan analisis teksnya lebih kaya.
- Queue yang Butuh Throughput Ekstrem & Stream Processing: Apache Kafka/Pulsar.
Filosofi: “Satu Database untuk Rule Them All” (Awalnya).
Gunakan Postgres sebagai “default choice”. Ketika kebutuhan tumbuh dan metrik spesifik (throughput, latency, volume data) menunjukkan bottleneck yang tidak bisa diatasi dengan optimasi Postgres, barulah pilih database spesialis. Pendekatan ini menghindari premature optimization dan complexity overhead yang tidak perlu di awal. Postgres adalah pondasi yang luar biasa kuat untuk membangun dari 0 ke 1, bahkan hingga 10.