Computelet adalah arsitektur komputasi baru di mana aplikasi dan layanan tidak dijalankan secara terpusat di cloud atau perangkat lokal, namun sebagai unit komputasi mandiri yang dapat berpindah antar perangkat secara dinamis berdasarkan konteks dan sumber daya. Konsep ini menganggap setiap perangkat—dari smartphone, kulkas pintar, hingga sensor IoT—sebagai node dalam jaringan komputasi yang dapat menjalankan “computelet” secara independen.
Contoh penerapannya terlihat pada skenario perawatan kesehatan. Sebuah computelet untuk monitoring pasien dapat berpindah dari jam tangan pintar ke tablet dokter saat pasien berpindah ruangan, kemudian ke server rumah sakit saat data perlu dianalisis lebih mendalam—semua tanpa konfigurasi ulang atau sinkronisasi manual. Dalam lingkungan industri, computelet untuk kontrol kualitas dapat berpindah dari kamera pintar di lini produksi ke workstation insinyur untuk analisis detail.
Keunggulan computelet adalah efisiensi bandwidth (hanya logika aplikasi yang berpindah, bukan data mentah), latensi rendah (pemrosesan terjadi di perangkat terdekat), dan ketahanan (jika satu node gagal, computelet dapat bermigrasi ke node lain). Tantangan utamanya meliputi keamanan rantai perpindahan, manajemen status aplikasi yang kompleks, dan fragmentasi lingkungan eksekusi.
Masa depan computelet bergantung pada pengembangan standar runtime yang universal dan mekanisme orkestrasi cerdas yang dapat membuat keputusan real-time tentang penempatan computelet berdasarkan energi, keamanan, dan kinerja. Teknologi ini berpotensi menjadi fondasi untuk Internet of Everything yang benar-benar cerdas dan adaptif.
Sumber: Carnegie Mellon University, “Edge Computing Research” https://edgecomputing.princeton.edu/