Jakarta – Dulu, membuat model 3D butuh keahlian khusus, software mahal, dan waktu berjam-jam. Arsitek, desainer produk, dan insinyur menghabiskan waktu 80% untuk memodelkan, baru 20% untuk berkreasi.
Tahun 2026, rasio itu berbalik dengan AI Generatif 3D.
Dari Teks ke 3D
Teknologi ini memungkinkan Anda mengetik deskripsi teks, dan dalam hitungan detik AI menghasilkan model 3D yang siap pakai. Contoh: “Buat kursi kayu bergaya Skandinavia, dengan kaki ramping, sandaran melengkung, warna natural.”
AI akan menghasilkan 10-20 variasi dalam waktu 30 detik. Anda pilih yang paling sesuai, edit sedikit jika perlu, lalu langsung bisa dicetak 3D atau dimasukkan ke software desain.
Penerapan di Industri
Di manufaktur, desainer produk bisa bereksperimen dengan ratusan variasi dalam sehari, bukan seminggu. Produk baru bisa diluncurkan lebih cepat ke pasar.
Di arsitektur, arsitek bisa membuat model bangunan dari sketsa kasar atau deskripsi klien. “Rumah tropis modern dengan banyak bukaan, kolam renang di tengah, taman di belakang.” AI menghasilkan model yang bisa dieksplorasi di VR.
Di game dan film, pembuatan aset 3D yang dulu butuh tim besar, kini bisa dilakukan oleh satu orang dengan bantuan AI. Game indie dengan grafis AAA menjadi mungkin.
Integrasi dengan 3D Printing
Yang lebih revolusioner: AI juga bisa mengoptimalkan desain untuk 3D printing. Ia akan menyesuaikan ketebalan dinding, menambahkan struktur penyangga otomatis, dan meminimalkan penggunaan material tanpa mengurangi kekuatan.
Hasilnya? Produk lebih ringan, lebih kuat, dan lebih murah.
Tantangan Hak Cipta
Siapa pemilik desain yang dibuat AI? Pengguna yang mengetik prompt? Pengembang AI? Ini masih abu-abu. Beberapa platform mulai menerapkan lisensi bersama: pengguna boleh pakai untuk proyek pribadi, tapi jika dijual massal, ada royalti ke pengembang.
Masa Depan Desain
AI tidak akan menggantikan desainer, tapi akan menjadi alat yang sangat ampuh. Desainer beralih dari “pelukis” menjadi “sutradara”: memberi arahan, memilih, dan menyempurnakan hasil AI. Kreativitas manusia tetap dibutuhkan untuk inovasi sejati.