Banyak bahasa dan tradisi budaya di dunia, termasuk ratusan di Indonesia, terancam punah seiring dengan berkurangnya penutur asli dan tergerusnya globalisasi. Kecerdasan buatan menawarkan alat yang belum pernah ada sebelumnya untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan merevitalisasi warisan budaya yang rentan ini. Dengan teknik pemrosesan bahasa alami (NLP), peneliti dapat membuat model bahasa untuk bahasa daerah yang kurang sumber dayanya, mengembangkan alat transkripsi otomatis untuk rekaman cerita lisan tua, atau bahkan menciptakan chatbot yang dapat berinteraksi dalam bahasa daerah untuk membantu pembelajaran. Computer vision dapat digunakan untuk menganalisis dan mengkategorikan pola pada kain tradisional, arsitektur, atau artefak bersejarah.
Proyek-proyek seperti ini sering kali merupakan kolaborasi antara ahli linguistik, antropolog, dan ilmuwan komputer. Mereka melakukan perjalanan ke komunitas untuk merekam penutur terakhir, kemudian menggunakan AI untuk membantu membangun kamus digital, korpus teks, dan sistem terjemahan. Untuk bahasa yang sudah punah, AI dapat membantu merekonstruksi elemen-elemennya dengan menganalisis catatan sejarah yang tersisa. Selain pelestarian, AI juga dapat memfasilitasi akses. Sebuah aplikasi dengan augmented reality dapat mengenali motif batik tertentu melalui kamera ponsel dan menceritakan makna serta asal-usulnya, membuat warisan budaya menjadi hidup dan relevan bagi generasi muda.
Tantangannya adalah menghindari ekstraksi data tanpa manfaat bagi komunitas pemilik budaya. Proyek harus dilakukan dengan prinsip etika kolaboratif, memastikan bahwa komunitas sumber memiliki kendali atas data mereka dan mendapat manfaat langsung dari teknologi tersebut. Selain itu, akurasi model AI untuk bahasa yang kompleks dan konteks budaya yang khas memerlukan pendekatan yang hati-hati. Meski demikian, AI memberikan harapan baru dalam perlombaan melawan waktu untuk menyelamatkan kekayaan budaya tak benda umat manusia, menjadikan teknologi bukan sebagai penghancur tradisi, tetapi sebagai penjaga dan penerusnya.