Senam adalah olahraga yang menuntut presisi dan keindahan gerakan. Kesalahan kecil dalam sudut tubuh bisa mengurangi nilai dan bahkan menyebabkan cedera. Tahun 2026, alat analisis senam hadir dalam bentuk sensor ringan yang ditempelkan di berbagai titik tubuh, memberikan data akurat tentang sudut sendi, posisi, dan timing setiap gerakan. Dikembangkan oleh perusahaan teknologi olahraga asal Jepang, alat ini membantu pesenam mencapai kesempurnaan.
Sensor seukuran koin ini ditempelkan di pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Mereka berkomunikasi secara nirkabel dengan pusat data yang merekam setiap gerakan dalam 3D. Saat pesenam melakukan rutinitas, aplikasi menampilkan avatar yang mereplikasi gerakan mereka, lengkap dengan data sudut setiap sendi pada setiap fase gerakan.
AI membandingkan gerakan pesenam dengan database gerakan ideal dari atlet top, memberikan skor untuk setiap elemen dan rekomendasi perbaikan. Misalnya, “sudut lutut saat mendarat terlalu kecil, risiko cedera ACL” atau “rotasi bahu kurang 5 derajat, nilai akan dikurangi”. Data ini dapat diputar ulang dengan lambat untuk analisis detail. Seorang pesenam nasional Indonesia menceritakan: “Dulu saya hanya mengandalkan feeling dan koreksi pelatih dari mata. Sekarang dengan data pasti, saya tahu persis apa yang salah. Nilai saya di kejuaraan Asia naik signifikan.” Harga satu set sensor sekitar lima belas juta rupiah, investasi yang sepadan untuk karir atlet.