Pemrosesan audio digital telah melampaui kompresi MP3 menuju penciptaan pengalaman pendengaran yang imersif dan personal. Spatial Audio (atau audio 3D) mereplikasi cara kita mendengar di dunia nyata—membedakan arah dan jarak suara—menggunakan headphone atau susunan speaker. Teknologi ini penting untuk realitas virtual (VR), augmented reality (AR), gaming, dan bahkan streaming musik (seperti Apple’s Dolby Atmos Music). Ini melibatkan pemrosesan sinyal canggih menggunakan Head-Related Transfer Functions (HRTFs) yang dimodelkan secara individu atau umum.
Akademi ini teknis dan kreatif. Peserta akan mempelajari dasar-dasar psikoakustik (bagaimana otak memahami lokasi suara), format ambisonics (representasi berbasis bola dari bidang suara), dan teknik binaural rendering. Mereka akan bekerja dengan perangkat lunak seperti REAPER dengan plugin spatial audio, atau game engine seperti Unity dengan SDK audio spatial. Aspek produksi konten—bagaimana merekam, mencampur, dan menguasai untuk audio spatial—juga akan dibahas. Dengan meningkatnya metaverse dan konten imersif, keterampilan dalam audio spatial sangat berharga bagi insinyur audio, developer game, dan pembuat konten VR.
Sumber Referensi: AES (Audio Engineering Society). “Spatial Audio.” (Makalah dan presentasi dari konferensi teknis terkemuka di bidang audio). https://aes2.org/