Ekonomi Donat (Doughnut Economics) adalah kerangka ekonomi revolusioner yang dikembangkan oleh ekonom Kate Raworth dari Oxford University. Konsep ini menggambarkan ruang operasi yang aman dan adil bagi umat manusia, berada di antara fondasi sosial minimum (lingkaran dalam) dan batas ekologis maksimum (lingkaran luar). Visualnya berbentuk seperti donat, di mana “lubang tengah” merepresentasikan penduduk yang belum memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air, pendidikan, dan perumahan. Sementara “bagian luar” menggambarkan kelebihan eksploitasi sumber daya alam yang melampaui daya dukung Bumi.
Dalam konteks bisnis, model ini menantang paradigma pertumbuhan tak terbatas dengan mengajukan pertanyaan kritis: bagaimana perusahaan dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan semua orang tanpa melebihi kapasitas ekologis planet? Ini berarti bisnis harus mengukur kesuksesan tidak hanya dari laba finansial, tetapi juga dari dampak sosial dan ekologis mereka. Perusahaan seperti Patagonia dan Interface telah mengadopsi prinsip-prinsip ini dengan komitmen pada regenerasi alam dan keadilan sosial dalam operasi mereka.
Implementasi Ekonomi Donat membutuhkan transformasi fundamental dalam model bisnis, rantai pasok, dan budaya perusahaan. Ini termasuk transisi ke energi terbarukan, praktik ekonomi sirkular, upah yang layak, dan transparansi penuh. Kota Amsterdam secara resmi mengadopsi model ini sebagai strategi pembangunan kota, menjadi contoh bagaimana konsep makro dapat diterjemahkan ke kebijakan praktis. Bagi pebisnis, ini bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan strategi ketahanan jangka panjang di dunia dengan sumber daya yang semakin terbatas.
Sumber: Kate Raworth, Doughnut Economics Action Lab. https://doughnuteconomics.org/