Menanggapi krisis kesehatan mental global dan penurunan perhatian, ekonomi regenerasi kognitif tahun 2026 menciptakan pasar untuk pemulihan, pemeliharaan, dan pengayaan kapasitas mental. Sistem ini mengakui bahwa kesehatan kognitif adalah infrastruktur publik yang penting yang memerlukan investasi dan pemeliharaan, mirip dengan kesehatan fisik atau infrastruktur fisik.
Inti dari sistem ini adalah Akun Kesehatan Kognitif Nasional, di mana setiap warga negara menerima alokasi kredit kognitif tahunan yang dapat dibelanjakan untuk layanan yang memulihkan dan meningkatkan fungsi mental: retret meditasi, terapi neurofeedback, pelatihan perhatian, atau akses ke lingkungan yang mendukung kognisi. Individu dapat menambah kredit mereka dengan berpartisipasi dalam kegiatan yang meningkatkan kesehatan kognitif komunitas, seperti menjadi mentor atau berpartisipasi dalam penelitian.
Perusahaan membayar pajak beban kognitif berdasarkan seberapa banyak pekerjaan mereka menguras kapasitas mental pekerja, dengan hasil yang digunakan untuk mendanai akun nasional. Perusahaan juga dapat memperoleh kredit regenerasi kognitif dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental, seperti menawarkan waktu untuk meditasi atau menyediakan ruang alam.
Di sektor akademik, universitas regeneratif muncul dengan fokus khusus pada pemulihan dan pengayaan kognitif. Kurikulum termasuk “pelatihan ketahanan mental”, “nutrisi kognitif”, dan “desain lingkungan untuk kesehatan otak”. Lulusan menerima “skor kapasitas kognitif” bersama dengan gelar mereka, yang mencerminkan tidak hanya apa yang mereka ketahui tetapi seberapa baik pikiran mereka berfungsi.
Ekonomi regenerasi kognitif menghadapi tantangan dalam mengukur kesehatan kognitif secara adil dan menghindari penciptaan “neuro-elit” baru. Namun, sistem ini mewakili pengakuan yang matang bahwa kesejahteraan mental adalah fondasi dari masyarakat yang berkembang, dan bahwa merawat pikiran kita harus menjadi prioritas ekonomi, bukan kemewahan pribadi.