Di setiap organisasi besar, ada proyek zombie—proyek teknologi yang seharusnya sudah mati, tetapi terus berjalan karena alasan politik, emosional, atau sekadar momentum. Mereka menghabiskan sumber daya, membebani tim, dan menghalangi inovasi. Eksekutor Proyek Zombie adalah konsultan spesialis yang diundang untuk memberikan kematian yang terhormat dan bermanfaat pada proyek-proyek seperti ini.
Pekerjaan mereka dimulai dengan autopsi proyek yang mendalam: mengapa proyek ini mulai? Mengapa terus hidup? Apa yang sebenarnya dihasilkan? Mereka kemudian merancang ritual terminasi yang meminimalkan trauma organisasi. Ini termasuk: dokumentasi pembelajaran, pengalihan aset yang masih berguna, penempatan kembali anggota tim, dan komunikasi yang jelas kepada semua pemangku kepentingan.
Bagian terpenting dari pekerjaan mereka adalah ekstraksi nilai dari mayat proyek. Mereka menemukan kode yang bisa digunakan kembali, data yang masih relevan, atau bahkan kegagalan yang bisa dijadikan studi kasus berharga. Sebuah proyek chatbot yang gagal total mungkin memiliki modul pemrosesan bahasa alami yang bisa dijual ke perusahaan lain. Sebuah platform internal yang tidak pernah diadopsi mungkin memiliki desain database yang inovatif.
Eksekutor ini juga menawarkan layanan pencegahan zombifikasi. Mereka membantu perusahaan merancang checkpoint dan kill switch dalam manajemen proyek, sehingga proyek yang tidak lagi viable bisa dihentikan lebih awal dengan lebih mudah.
Bisnis ini berkembang karena perusahaan semakin menyadari bahwa kemampuan untuk menghentikan sesuatu dengan elegan sama pentingnya dengan kemampuan memulainya. Dalam ekonomi yang berubah cepat, proyek yang terus berjalan padahal sudah tidak relevan bisa lebih berbahaya daripada tidak memulai sama sekali. Eksekutor Proyek Zombie adalah petugas kebersihan organisasi digital, membersihkan kekacauan masa lalu agar masa depan bisa dibangun.