Implementasi Natural Language Processing untuk Klasifikasi Keluhan Pelanggan pada Media Sosial

Pendahuluan

Media sosial menjadi saluran utama keluhan pelanggan. Perusahaan perlu merespon cepat dan tepat. Penelitian ini mengimplementasikan NLP untuk mengklasifikasi keluhan otomatis dan menentukan prioritas.

Dataset

Mengumpulkan 10.000 tweet/komentar dari 3 perusahaan (telko, e-commerce, perbankan) selama 6 bulan. Anotasi manual ke dalam 8 kategori:

  • Produk rusak
  • Pengiriman lambat
  • Tagihan/refund
  • Customer service tidak responsif
  • Aplikasi error
  • Penipuan
  • Pujian
  • Lain-lain

Preprocessing

  • Cleaning: hapus mention, URL, emoji (konversi ke teks)
  • Case folding
  • Stemming (untuk bahasa Indonesia)
  • Stopword removal

Model

Uji 3 pendekatan:

  1. TF-IDF + SVM
  2. Word2Vec + LSTM
  3. IndoBERT (transfer learning)

Hasil

IndoBERT unggul dengan akurasi 91,5%, F1-score 0,90. SVM 84%, LSTM 87%. Model dapat membedakan keluhan serupa (misal “lambat” untuk pengiriman vs respons CS).

Prioritas

Keluhan dengan sentimen negatif tinggi dan kata-kata urgensi (“darurat”, “rugi”) diberi prioritas tinggi untuk respon cepat.

Implementasi

Model di-deploy sebagai API. Integrasi dengan dashboard customer service menampilkan:

  • Klasifikasi otomatis
  • Skor sentimen
  • Prioritas
  • Saran respon (template)

Pengujian

Diuji pada 500 keluhan baru. Akurasi 89%, waktu proses 0,5 detik. CS dapat merespon 3x lebih cepat.

Pembahasan

Model perlu diupdate berkala untuk kata-kata baru. Multilanguage (Indonesia-English) ditangani IndoBERT.

Kesimpulan

NLP efektif untuk otomatisasi klasifikasi keluhan, meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

Kata Kunci: NLP, Klasifikasi Keluhan, Media Sosial, IndoBERT, Layanan Pelanggan