Kita semua tahu dilema jendela kaca besar di gedung perkantoran: pemandangannya indah, tetapi panas matahari yang masuk membuat tagihan AC membengkak. Kaca film konvensional hanya bisa meredupkan cahaya, yang justru mengurangi pemandangan yang ingin kita nikmati. Pada tahun 2026, solusi canggih akan hadir dalam bentuk metasurface. Metasurface adalah lapisan tipis yang di dalamnya terdapat struktur nano yang dirancang secara presisi, jauh lebih kecil dari panjang gelombang cahaya. Struktur ini dapat “memprogram” bagaimana cahaya berinteraksi dengan material. Dalam kasus kaca pintar, metasurface dirancang untuk membiarkan cahaya tampak (yang kita butuhkan untuk melihat) melewatinya dengan hampir sempurna, tetapi secara aktif memantulkan atau menyerap radiasi infra merah (panas) dari matahari. Ini seperti filter ajaib yang memisahkan cahaya yang indah dari panas yang menyengat. Pada tahun 2026, beberapa perusahaan rintisan akan mulai menawarkan produk kaca film metasurface ini untuk retrofit gedung-gedung tua, serta untuk dipasang langsung pada gedung pencakar langit baru. Dampaknya pada efisiensi energi perkotaan bisa sangat dramatis, mengurangi kebutuhan AC secara signifikan sekaligus mempertahankan koneksi visual dengan lingkungan luar.
Related Posts
Judul: Antarmuka Otak-Komputer: Bukan Lagi untuk Superhero, Tapi untuk Penyembuhan di 2026
- admin
- Februari 4, 2026
- 2 min read
- 0
Menulis Ulang Sejarah Nenek Moyang Bangsa: Pengembangan Pusat Riset Arkeogenomik dan Paleoantropologi Tropis dengan Fasilitas DNA Kuno Berstandar Internasional untuk Mengungkap Asal-Usul, Migrasi, dan Percampuran Genetik Penghuni Kepulauan Indonesia dari 50.000 Tahun Lalu hingga Era Kolonial, serta Implikasinya terhadap Identitas Nasional dan Pemajuan Kebudayaan
- admin
- Februari 12, 2026
- 5 min read
- 0
Panduan Lengkap Wearable Diagnostics di Indonesia 2026-2027: Strategi Implementasi
- admin
- Februari 23, 2026
- 5 min read
- 0