Kompor induksi pintar dengan deteksi wajan: Atur suhu otomatis berdasarkan jenis masakan, anti gosong

Memasak dengan kompor induksi lebih cepat dan efisien, tetapi tetap memerlukan pengaturan suhu manual yang sering salah. Tahun 2026, kompor induksi pintar hadir dengan kemampuan mendeteksi jenis wajan dan masakan, menyesuaikan suhu secara otomatis untuk hasil optimal tanpa gosong. Dikembangkan oleh perusahaan peralatan dapur asal Jerman, Siemens, kompor ini mengubah pengalaman memasak.

Sensor di permukaan kompor dapat mengidentifikasi jenis wajan berdasarkan material dan ukuran. Ketika wajan diletakkan, kompor akan menampilkan rekomendasi pengaturan berdasarkan database ribuan resep. Pengguna cukup memilih masakan, misalnya “telur dadar” atau “tumis kangkung”, dan kompor akan mengatur suhu dan waktu yang tepat.

Selama memasak, sensor suhu inframerah terus memantau suhu wajan dan makanan. Jika suhu terlalu tinggi dan berisiko gosong, kompor akan menurunkan daya secara otomatis. Jika suhu terlalu rendah, daya dinaikkan. Ini memastikan masakan matang sempurna tanpa perlu terus mengawasi.

Untuk masakan yang memerlukan perubahan suhu bertahap, seperti menumis yang perlu api besar lalu kecil, kompor dapat menjalankan program otomatis. Pengguna cukup memulai, dan kompor akan mengikuti profil suhu yang telah ditentukan. Notifikasi akan memberi tahu saat perlu menambahkan bahan atau membalik makanan.

Kompor ini juga terintegrasi dengan hood pintar yang menyala otomatis saat kompor digunakan, menyesuaikan kecepatan berdasarkan tingkat asap. Data penggunaan tercatat di aplikasi, membantu pengguna melacak kebiasaan memasak dan efisiensi energi.

Seorang pengguna di Surabaya, Ibu Tini, menceritakan: “Saya sering gagal bikin telur mata sapi, selalu gosong. Dengan kompor ini, tinggal pilih telur mata sapi, kompor atur suhu sendiri, telur selalu sempurna.” Harga kompor ini sekitar 5 juta untuk 2 tungku, lebih mahal dari kompor biasa, tapi memberikan konsistensi dan kemudahan.