Taman di malam hari bisa menjadi tempat yang indah dengan pencahayaan tepat. Tahun 2026, lampu taman pintar hadir dengan sensor cahaya yang menyalakan lampu otomatis saat gelap, dan kemampuan mengubah warna serta intensitas sesuai suasana atau acara. Dikembangkan oleh perusahaan pencahayaan asal Belanda, Philips, lampu ini mengubah taman menjadi ruang hidup ekstra.
Setiap lampu taman dilengkapi dengan sensor cahaya yang mendeteksi tingkat pencahayaan alami. Saat matahari terbenam, lampu akan menyala secara bertahap, menciptakan transisi lembut dari siang ke malam. Tidak perlu mengatur timer manual atau lupa menyalakan.
Pengguna dapat mengatur skenario pencahayaan berbeda melalui aplikasi. Untuk malam biasa, lampu putih hangat dengan intensitas rendah menciptakan suasana tenang. Untuk pesta, lampu dapat diatur ke warna-warna cerah yang berubah-ubah mengikuti irama musik. Untuk acara romantis, lampu merah muda dengan intensitas redup.
Lampu ini juga memiliki sensor gerak untuk area tertentu seperti jalur setapak. Saat seseorang lewat, lampu akan menyala terang selama beberapa detik, lalu meredup kembali. Ini menghemat energi dan memberikan keamanan tambahan.
Semua lampu terhubung dalam jaringan nirkabel, sehingga dapat dikontrol secara individual atau kelompok. Pengguna dapat membuat zona: area makan, area duduk, jalur taman. Setiap zona dapat memiliki pengaturan sendiri. Jadwal harian dapat diprogram, misalnya lampu taman mati jam 11 malam untuk menghemat energi.
Baterai internal pada lampu tenaga surya memungkinkan pemasangan di mana saja tanpa perlu kabel listrik. Panel surya di atas lampu mengisi baterai di siang hari, cukup untuk penerangan sepanjang malam. Untuk hari mendung, baterai cadangan bertahan hingga 3 hari.
Seorang pemilik rumah di Jakarta, Bapak Rudi, menceritakan: “Taman saya jadi hidup di malam hari. Sering saya dan istri duduk-duduk di taman malam-malam dengan lampu temaram. Tamu selalu kagum.” Harga satu set lampu taman pintar mulai dari 3 juta untuk 4 unit.