Makanan Cetak 3D 2026: Printer Makanan di Rumah yang Bisa Mencetak Steak dan Kue

Jakarta – Printer 3D untuk plastik sudah lama. Sekarang giliran makanan. Food 3D printing akhirnya mencapai tahap konsumen di 2026.

Cara Kerja

Printer makanan menggunakan “tinta” berupa pasta bahan makanan: adonan kue, puree sayuran, protein nabati, cokelat, keju. Nozzle menyemprotkan lapis demi lapis, membentuk bentuk 3D yang diinginkan.

Hasilnya? Bukan makanan padat seperti steak utuh, tapi makanan dengan tekstur dan bentuk kompleks yang sulit dibuat manual.

Steak Cetak 3D

Startup Israel Redefine Meat dan Spanyol Novameat mengembangkan daging nabati yang dicetak 3D menyerupai tekstur daging asli. Serat otot, lemak, dan jaringan ikat direplikasi.

Hasilnya: vegan bisa makan “steak” dengan sensasi mengunyah seperti daging sungguhan. Restoran di Eropa sudah menggunakan.

Kue dan Cokelat

Untuk kue dan cokelat, printer 3D memungkinkan dekorasi rumit yang mustahil dibuat tangan. Kue pernikahan dengan ornamen presisi, cokelat dengan struktur geometris.

Printer Rumah Tangga

Printer makanan konsumen mulai dijual harga $1.000-2.000. Ukuran seperti microwave. Cocok untuk hobiis kuliner atau keluarga yang suka bereksperimen.

Tantangan: “tinta” makanan harus tersedia. Beberapa startup menjual paket bahan siap cetak. Tapi untuk adopsi massal, perlu standar dan distribusi luas.

Nutrisi Personal

Printer makanan bisa dikombinasikan dengan data kesehatan. Misal, Anda butuh protein tinggi, karbohidrat rendah. Printer akan mencampur bahan sesuai proporsi tepat, mencetak makanan personal.

Ini masa depan diet: tidak perlu repot hitung kalori, makanan disesuaikan otomatis.

Di Indonesia?

Mungkin belum dalam 2-3 tahun ke depan. Tapi untuk kue dan cokelat, beberapa bakery mungkin mulai mengadopsi. Untuk daging cetak, masih menunggu regulasi dan penerimaan pasar.