Selama bertahun-tahun, industri bangunan pintar terhambat oleh protokol-proprietary dan “silo-silo” data yang membuat sistem HVAC, pencahayaan, keamanan, dan manajemen energi tidak dapat berkomunikasi satu sama lain secara efektif. Kini, angin segar berhembus dari gerakan open-source. Pada tahun 2026, platform open-source untuk smart building diprediksi akan mendorong pertumbuhan pasar secara signifikan, karena para pengelola gedung dan pengembang properti menyadari bahwa interoperabilitas adalah kunci untuk efisiensi energi sejati. Dengan menggunakan standar terbuka, sensor dan aktuator dari berbagai merek dapat bekerja dalam satu ekosistem yang terpadu. Data dari seluruh penjuru gedung dapat dianalisis secara holistik oleh AI untuk mengoptimalkan penggunaan energi secara real-time, misalnya dengan menyesuaikan ventilasi berdasarkan jumlah orang di ruangan atau memanfaatkan pencahayaan alami secara maksimal. Ini bukan hanya tentang mengurangi tagihan listrik, tetapi juga tentang kontribusi nyata terhadap target keberlanjutan global, mengubah gedung-gedung pencakar langit dari konsumen pasif menjadi organisme yang responsif dan efisienĀ .
Related Posts
Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) di Era Hybrid Work
- admin
- Januari 21, 2026
- 1 min read
- 0
š Tren Terkini: AgriTech Modern Farming – Analisis Perkembangan Tahun 2026
- admin
- Februari 4, 2026
- 2 min read
- 0