Meskipun sering disebut dalam napas yang sama, AI generatif dan AI agentik memiliki perbedaan fundamental dalam arsitektur, cara kerja, dan tujuan penggunaannya. AI generatif seperti GPT-4 atau model bahasa besar lainnya dirancang untuk menghasilkan konten baru berupa teks, gambar, atau suara berdasarkan pola yang dipelajari dari data pelatihan, sementara AI agentik dibangun dengan lapisan penalaran tambahan yang memungkinkannya membuat rencana bertahap, menjalankan tindakan, dan mengevaluasi hasil dari tindakan tersebut secara berkesinambungan. Artikel ini akan mengupas secara teknis perbedaan arsitektur antara kedua pendekatan ini, bagaimana komponen seperti reasoning engine, memory management, dan tool integration bekerja dalam sistem agentik, serta mengapa penggabungan keduanya di mana AI generatif menyediakan kemampuan pemahaman bahasa sementara AI agentik menyediakan kemampuan bertindak akan menciptakan sistem yang jauh lebih powerful daripada jumlah bagian-bagiannya.
Related Posts
Prestasi Akademik Universitas Sumatera Utara (USU) di Tingkat Nasional dan Internasional
- admin
- Februari 7, 2026
- 1 min read
- 0
Neuromitologi – Studi Akademis tentang Cara Otak Menciptakan dan Mempercayai Mitos Modern
- admin
- Januari 27, 2026
- 1 min read
- 0