Pendahuluan
Tambak udang membutuhkan pemantauan kualitas air ketat. Perubahan pH, salinitas, suhu dapat menyebabkan udang stres dan mati. Penelitian ini merancang sistem pemantauan real-time dengan notifikasi otomatis.
Parameter Kritis
- pH: 7,5-8,5 (ideal)
- Salinitas: 15-25 ppt
- Suhu: 28-32°C
- DO (Dissolved Oxygen): >4 mg/L
- Kekeruhan: <30 NTU
Desain Sistem
Hardware:
- Mikrokontroler: Arduino Mega
- Sensor: pH probe, salinitas (konduktivitas), DS18B20 (suhu), DO sensor, turbidity sensor
- Komunikasi: GSM SIM800L untuk daerah tanpa WiFi
- Catu daya: Adaptor + baterai cadangan
Software:
- Blynk untuk monitoring mobile
- Database MySQL untuk logging
- Notifikasi Telegram jika parameter di luar ambang
Implementasi
Diuji di tambak udang vaname 2 hektar di Situbondo selama 3 bulan. Data dikirim setiap 15 menit.
Hasil
Sistem beroperasi 24/7 dengan uptime 99%. Mendeteksi 5 kejadian pH turun (<7) akibat hujan, notifikasi memicu pemberian kapur. Kematian udang turun 25% dibanding siklus sebelumnya. Konsumsi listrik 15 watt.
Pembahasan
Petani dapat memantau dari smartphone tanpa ke tambak. Data historis membantu analisis pola harian (pH turun malam hari karena respirasi). Biaya sistem Rp 4,5 juta.
Kesimpulan
IoT monitoring kualitas air efektif meningkatkan survival rate udang dan efisiensi operasional tambak.
Kata Kunci: IoT, Tambak Udang, Kualitas Air, Monitoring, Aquaculture