Pusat data adalah raksasa pemakan energi. Generasi berikutnya, Green Data Center 2.0, akan mengadopsi sistem manajemen energi yang sangat granular dan otomatis. Ribuan sensor akan memetakan konsumsi daya, suhu, dan kelembaban di setiap rak server, bahkan di level CPU individual. AI kemudian menganalisis data ini untuk mengoptimalkan pendinginan (dengan cairan atau udara yang lebih presisi), memindahkan beban komputasi (workload) ke server yang paling efisien secara energi, dan bahkan mengatur waktu komputasi intensif untuk bertepatan dengan saat pasokan listrik terbarukan (matahari/angin) melimpah. Sistem ini bertujuan mencapai PUE (Power Usage Effectiveness) mendekati 1.0 (efisiensi sempurna), secara drastis mengurangi jejak karbon industri digital.
Related Posts
Desain Aplikasi untuk Neurodiversity: Melampaui Aksesibilitas Standar Menuju Pengalaman yang Inklusif secara Kognitif
- admin
- Januari 23, 2026
- 3 min read
- 0
📊 Studi Kasus: Telemedicine Services – Success Stories dari Industri
- admin
- Februari 5, 2026
- 2 min read
- 0
Interoperabilitas: Kunci Menuju Sistem Digital Pendidikan yang Sinergis dan Tanpa Friksi
- admin
- Januari 20, 2026
- 2 min read
- 0