Sistem Pemantauan dan Pengelolaan Kesehatan Ibu dan Anak Berbasis Aplikasi Mobile dan Integrasi Data: Pengembangan Platform Digital untuk Pemantauan Kehamilan, Tumbuh Kembang Balita, Imunisasi, dan Gizi yang Terhubung dengan Puskesmas, Posyandu, dan Rumah Sakit, serta Dilengkapi dengan Asisten Kesehatan Virtual Berbasis Kecerdasan Buatan

Indonesia masih menghadapi darurat kematian ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) 305 per 100.000 kelahiran hidup, tertinggi di Asia Tenggara. Angka Kematian Bayi (AKB) 24 per 1.000 kelahiran hidup, juga tertinggi di kawasan. Sebagian besar kematian ini sebenarnya dapat dicegah. Hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia), perdarahan pasca melahirkan, dan infeksi adalah penyebab utama, dan semua dapat dideteksi dini serta ditangani jika akses ke fasilitas kesehatan memadai. Namun, masalahnya adalah keterlambatan. Terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat memutuskan untuk mencari pertolongan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, terlambat mendapatkan penanganan adekuat. Ibu hamil di desa terpencil hanya memeriksakan kehamilannya 2-3 kali selama 9 bulan, jauh dari standar minimal 6 kali. Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) adalah lembaran kertas yang mudah hilang, basah, atau sobek. Data di posyandu dicatat manual di kertas, kemudian direkap ke excel, kemudian dilaporkan ke puskesmas, kemudian ke dinas kesehatan. Proses ini memakan waktu berminggu-minggu, dan data yang sampai ke pengambil kebijakan sudah kadaluarsa.

Visi Proyek IBU-ANAK-CERDAS adalah mengembangkan platform digital terintegrasi untuk kesehatan ibu dan anak yang menghubungkan ibu hamil, kader posyandu, bidan, puskesmas, dan rumah sakit dalam satu ekosistem data real-time.

Komponen 1: Aplikasi Mobile untuk Ibu Hamil dan Keluarga. IBU-ANAK-CERDAS mengembangkan aplikasi seluler yang ramah pengguna (bahasa sederhana, ikon visual, dukungan suara):

  • Jadwal periksa kehamilan: pengingat otomatis untuk kunjungan ANC, imunisasi, dan skrining.
  • Edukasi interaktif: video pendek tentang tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif, MPASI.
  • Konsultasi jarak jauh (telemedicine) dengan bidan atau dokter puskesmas.
  • Rekam medis elektronik pribadi: hasil pemeriksaan kehamilan, grafik berat badan bayi, riwayat imunisasi, tersimpan aman di cloud.

Komponen 2: Aplikasi untuk Kader dan Bidan. Kader posyandu tidak perlu lagi mencatat manual. IBU-ANAK-CERDAS mengembangkan aplikasi sederhana di ponsel kader untuk:

  • Mendaftarkan ibu hamil dan balita di wilayahnya.
  • Mencatat hasil penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan status imunisasi.
  • Mengidentifikasi balita dengan status gizi kurang/buruk (secara otomatis berdasarkan grafik pertumbuhan WHO).
  • Merujuk kasus berisiko ke puskesmas.

Komponen 3: Dashboard Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Data dari ribuan kader dan bidan di suatu wilayah terintegrasi dalam dashboard real-time:

  • Peta sebaran ibu hamil risiko tinggi (anemia, preeklampsia, letak sungsang).
  • Peta sebaran balita stunting, wasting, dan underweight.
  • Cakupan imunisasi per desa/kelurahan.
  • Peringatan dini jika ada desa dengan cakupan ANC <80% atau balita tidak diimunisasi >3 bulan.

Komponen 4: Asisten Kesehatan Virtual (Chatbot) untuk Ibu Hamil. Tidak semua pertanyaan ibu hamil memerlukan dokter. IBU-ANAK-CERDAS mengembangkan chatbot yang:

  • Menjawab pertanyaan umum tentang kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi (dengan basis pengetahuan dari IDAI, POGI, dan Kemenkes).
  • Mendeteksi pertanyaan yang mengindikasikan kegawatdaruratan (misal: “Saya hamil 8 bulan, keluar darah dari jalan lahir”) dan segera mengarahkan untuk ke IGD.
  • Memberikan dukungan emosional untuk ibu hamil dengan kecemasan atau depresi ringan.

Dampak IBU-ANAK-CERDAS bersifat penyelamatan nyawa. Dampak kesehatan: deteksi dini preeklampsia dan tanda bahaya kehamilan lainnya dapat mencegah kematian ibu. Pemantauan pertumbuhan balita yang akurat dapat mencegah stunting. Dampak sistem kesehatan: beban administrasi bidan dan kader berkurang, waktu mereka lebih banyak untuk pelayanan. Dampak tata kelola: Dinas Kesehatan memiliki data real-time untuk merespons masalah gizi akut di wilayahnya. Dampak sosial: ibu hamil dan keluarga merasa lebih didampingi, tidak sendiri dalam menjalani proses kehamilan dan pengasuhan. IBU-ANAK-CERDAS adalah tangan tak terlihat yang menuntun ibu hamil di pedalaman Papua melewati 9 bulan yang penuh risiko, memastikan bahwa ia dan bayinya selamat sampai ke pelukan keluarga.