Teknologi Edge AI untuk Pemantauan dan Perlindungan Terumbu Karang Secara Real-Time: Jaringan Bawah Laut yang “Melihat” dan “Memahami” Ancaman

Terumbu karang Indonesia yang sangat kaya namun terancam membutuhkan sistem pemantauan yang lebih cerdas daripada penyelaman manual yang sporadis. Teknologi Edge AI memungkinkan penciptaan jaringan sensor bawah laut otonom yang dilengkapi kamera dan unit komputasi AI kecil yang ditenagai panel surya atau energi gelombang.

Sistem ini bekerja secara terdesentralisasi:

  1. Kamera Bawah Air yang dipasang di lokasi strategis merekam video secara berkala.
  2. Chip Edge AI di dalam housing kedap air langsung menganalisis video tersebut secara on-device, tanpa perlu mengirimkan data mentah yang besar ke darat. AI yang telah dilatih dapat mengidentifikasi:
    • Pemutihan Karang (Coral Bleaching): Mendeteksi perubahan warna karang menjadi putih.
    • Aktivitas Perusakan: Mengenali pola pengeboman ikan, penambangan karang, atau jangkar kapal yang tidak semestinya.
    • Keanekaragaman Hayati: Menghitung dan mengklasifikasikan jenis ikan tertentu yang menjadi indikator kesehatan terumbu.
  3. Alert Otomatis: Jika ancaman terdeteksi, sistem hanya mengirimkan alert berupa pesan teks singkat beserta koordinat dan jenis ancaman ke pusat komando penjaga pantai atau dinas kelautan setempat, memungkinkan respons cepat.

Keunggulan: Hemat energi dan bandwidth, dapat beroperasi di daerah tanpa sinyal seluler, dan memberikan peringatan real-timeTantangannya adalah pengembangan model AI yang akurat untuk kondisi bawah air Indonesia yang beragam dan menjaga ketahanan perangkat di lingkungan laut yang keras. Kolaborasi antara KKP, LIPI, startup teknologi maritim, dan universitas dapat mewujudkan pilot project di Taman Nasional seperti Raja Ampat atau Wakatobi. Teknologi ini bertindak sebagai “sistem saraf” untuk ekosistem karang, memberikan mata dan kecerdasan yang selalu waspada di bawah gelombang.