Surabaya, Jawa Timur, Maret 2026 – Limbah medis seperti jarum suntik, selang infus, dan kantong darah selama ini menjadi masalah besar. Pengolahannya mahal dan berisiko. Fasilitas baru di Surabaya mengubah limbah medis menjadi bahan baku industri yang bernilai.
Prosesnya dimulai dengan sterilisasi menggunakan uap panas bertekanan tinggi. Limbah medis dipanaskan hingga 150 derajat selama 30 menit, semua kuman dan virus mati. Setelah steril, limbah dipisahkan: logam, plastik, karet.
Plastik dicacah, dicuci, dan dilebur menjadi biji plastik daur ulang. Kualitasnya setara plastik baru, bisa digunakan untuk membuat ember, kursi, atau bahkan botol non-pangan. Logam dari jarum dilebur menjadi besi tua.
Dalam sebulan, fasilitas ini mengolah 100 ton limbah medis dari rumah sakit Jawa Timur. Menghasilkan 70 ton biji plastik dan 10 ton besi. Pendapatan dari penjualan menutupi biaya operasional.
Direktur rumah sakit di Surabaya senang. “Dulu kami bayar mahal untuk buang limbah medis ke perusahaan khusus. Sekarang malah dapat untung dari jual limbah. Lingkungan aman, ekonomi untung.”
Kementerian Kesehatan akan membangun fasilitas serupa di 10 provinsi lain. Targetnya, 100 persen limbah medis Indonesia terolah aman dan bernilai ekonomi pada 2030.