Kebusukan daging seringkali tidak terdeteksi secara visual hingga aroma tidak sedap muncul, sementara perubahan warna daging bisa bersifat subjektif. Inovasi kemasan cerdas berbasis indikator pH alami menawarkan solusi objektif. Antosianin dari bunga telang merupakan pigmen alami yang peka terhadap perubahan pH, berwarna biru cerah pada kondisi netral dan berubah menjadi ungu kemerahan seiring peningkatan pH akibat akumulasi senyawa basa seperti amonia dan trimetilamin yang dihasilkan bakteri pembusuk. Para peneliti di Institut Pertanian Bogor mengembangkan film kemasan edible yang mengandung ekstrak antosianin telang terstabilisasi. Saat diaplikasikan pada kemasan daging ayam segar, film ini akan berubah warna secara bertahap seiring waktu, memberikan sinyal visual intuitif kepada konsumen tentang tingkat kesegaran produk, jauh sebelum daging benar-benar busuk dan berbahaya dikonsumsi.