Kecurangan pangan dalam bentuk substitusi spesies, terutama pada produk seafood, adalah masalah global. Ikan mahal seperti kakap merah atau tuna sirip biru seringkali diganti dengan spesies yang lebih murah namun sulit dibedakan secara visual setelah dipotong. Teknologi identifikasi DNA menawarkan senjata ampuh untuk memerangi praktik ini. Metode berbasis DNA barcoding menggunakan sekuensing gen pendek yang terstandarisasi untuk mengidentifikasi spesies secara akurat. Kini, layanan pengujian cepat portabel mulai dikembangkan, memungkinkan inspektur pasar dan bahkan restoran untuk mengambil sampel kecil daging ikan, mengekstrak DNA, dan mendapatkan hasil identifikasi spesies dalam hitungan jam, bukan minggu. Ini meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok seafood.
Related Posts
Membangun Kembali Sistem Logistik Bencana Nasional: Pengembangan Platform Manajemen Rantai Pasok Darurat Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Prediksi Kebutuhan, Optimalisasi Penempatan Stok, dan Koordinasi Distribusi Bantuan Multi-Lembaga (BNPB, TNI, POLRI, Kemensos, PMI) di Masa Tanggap Darurat
- admin
- Februari 12, 2026
- 3 min read
- 0
Studi Kasus: Implementasi CRISPR Gene Editing di Perusahaan Indonesia 2026-2027
- admin
- Februari 24, 2026
- 5 min read
- 0