Kecap manis komersial umumnya menggunakan pewarna karamel (terkadang mengandung 4-metilimidazol yang kontroversial) atau pewarna sintetis. Kayu secang (Caesalpinia sappan) mengandung brazilin, pigmen alami merah yang juga memiliki aktivitas antioksidan. Peneliti Universitas Gadjah Mada mengembangkan kecap manis dengan pewarna alami dari ekstrak kayu secang. Kecap diproses secara tradisional dari kedelai hitam, kemudian pada tahap akhir pemasakan ditambahkan ekstrak kayu secang dalam berbagai konsentrasi. Analisis menunjukkan kecap dengan ekstrak secang 2-3 persen memiliki warna merah kecoklatan alami yang menarik, serta aktivitas antioksidan (metode DPPH) meningkat 40-60 persen dibanding kontrol. Uji stabilitas warna selama penyimpanan 3 bulan menunjukkan warna relatif stabil dalam kemasan gelap. Rasa khas kecap manis tetap dominan dengan sedikit sentuhan rempah dari secang. Produk ini memenuhi permintaan konsumen akan pangan alami dan fungsional.
Related Posts
Brain-Computer Interface untuk Pemulihan Stroke: Neurofeedback Berbasis VR di Puskesmas
- admin
- Februari 4, 2026
- 1 min read
- 0
Jaringan Sensor Tanah Nirkabel untuk Pemantauan Kesuburan Lahan Pertanian Skala Besar 2026
- admin
- Februari 8, 2026
- 2 min read
- 0
Sukses Story: Adopsi Wearable Diagnostics untuk Transformasi Digital 2026-2027
- admin
- Februari 18, 2026
- 5 min read
- 0