Cangkang kepiting merupakan limbah industri pengolahan kepiting yang melimpah di pesisir Indonesia. Limbah ini mengandung kitin 20-30 persen yang dapat diolah menjadi kitosan, polimer dengan sifat antimikroba dan pembentuk film. Peneliti Universitas Diponegoro mengekstrak kitosan dari cangkang kepiting melalui proses demineralisasi (HCl), deproteinasi (NaOH), dan deasetilasi (NaOH pekat). Kitosan yang diperoleh memiliki derajat deasetilasi 75-85 persen dan berat molekul sedang. Aplikasi kitosan sebagai pengawet alami tahu dilakukan dengan dua cara: perendaman tahu dalam larutan kitosan 1-1,5 persen atau pelapisan dengan edible coating kitosan. Hasil uji menunjukkan tahu yang diberi perlakuan kitosan memiliki masa simpan 3-4 hari pada suhu ruang dibanding 1-2 hari pada kontrol, dengan total mikroba lebih rendah. Kitosan tidak mengubah rasa tahu secara signifikan. Ini solusi pemanfaatan limbah cangkang kepiting menjadi pengawet alami untuk produk pangan lokal.
Related Posts
Quantum Machine Learning: Ketika Komputasi Kuantum Bertemu Kecerdasan Buatan
- admin
- Maret 22, 2026
- 5 min read
- 0
Organ-on-chip atau AI Drug Discovery: Analisis Lengkap 2026-2027
- admin
- Februari 23, 2026
- 5 min read
- 0
Cara Implementasi Digital Biomarkers untuk Bisnis Indonesia 2026-2027
- admin
- Maret 21, 2026
- 5 min read
- 0