Kebijakan publik yang efektif tidak cukup hanya didasarkan pada intuisi atau data survei yang lambat dan mahal. Computational Social Science (CSS) menawarkan pendekatan baru dengan memanfaatkan jejak digital yang ditinggalkan masyarakat secara sukarela dalam aktivitas sehari-hari: percakapan di media sosial, transaksi e-commerce, pencarian di mesin telusur, dan data mobilitas dari ponsel. Dengan metode anonimisasi yang ketat dan etika penelitian yang terjaga, analisis big data ini dapat memberikan gambaran real-time tentang tingkat kemiskinan, penyebaran hoaks, kepatuhan protokol kesehatan, atau kerentanan sosial ekonomi di tingkat kecamatan. Pendekatan ini telah terbukti efektif selama pandemi COVID-19 untuk memprediksi mobilitas dan efektivitas kebijakan PPKM. UI, UGM, dan ITB bersama BPS, Bappenas, dan Kemenko PMK dapat membangun laboratorium kebijakan berbasis data yang menjadikan Indonesia sebagai rujukan kebijakan publik presisi di Asia Tenggara.
Related Posts
4D Printing for Adaptive Products 2026: Objek Cetak 3D yang Berubah Bentuk dan Fungsi Waktu
- admin
- Februari 3, 2026
- 1 min read
- 0
⚖️ Perbandingan: Cloud Computing Solutions – Mana yang Lebih Baik?
- admin
- Februari 4, 2026
- 2 min read
- 0