Air minum yang aman adalah hak dasar, tetapi jutaan pelanggan PDAM dan konsumen air isi ulang tidak pernah tahu apakah air yang mereka konsumsi bebas bakteri patogen. Metode konvensional (pembiakan) memakan waktu 24-48 jam, hasilnya baru diketahui setelah air dikonsumsi. Proyek ini mengembangkan biosensor cepat berbasis elektrokimia dan enzim yang mampu mendeteksi keberadaan E. coli dan coliform tinja dalam waktu 1-2 jam, dengan biaya per pengujian di bawah Rp 20.000. Perangkat portable seukuran buku dapat dioperasikan oleh petugas PDAM, pemilik depot, atau kader kesehatan. Data hasil uji dikirim ke platform nasional Kementerian Kesehatan, ditampilkan dalam peta kualitas air real-time. Ketika terdeteksi kontaminasi, sistem otomatis mengirimkan peringatan ke konsumen di zona terdampak. Pilot project di PDAM Kota Bandung dan 500 depot air isi ulang di Jabodetabek akan divalidasi oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan. Target produksi massal: 5.000 unit dalam 3 tahun dengan harga jual di bawah Rp 15 juta.
Related Posts
Membandingkan AI Drug Discovery dan Wearable Diagnostics: Panduan Memilih 2026-2027
- admin
- April 14, 2026
- 4 min read
- 0
Cara Implementasi Personalized Medicine untuk Bisnis Indonesia 2026-2027
- admin
- April 9, 2026
- 4 min read
- 0
# Implementasi Jaringan Neural Dalam (Deep Neural Networks) di Indonesia
- admin
- Februari 10, 2026
- 2 min read
- 0