Di tahun 2026, Blockchain Technology tidak lagi menjadi pilihan,
melainkan kebutuhan. Berbagai organisasi di Kawasan ASEAN
telah mengimplementasikan teknologi ini untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas operasional mereka.
📈 **Tren dan Prospek 2026-2030:**
1. **Zero-knowledge proofs**:
Diprediksi akan mendominasi inovasi dengan tingkat
adopsi mencapai 62% di 2027.
2. **Green blockchain**:
Menawarkan potensi disruptif yang signifikan dengan
market size mencapai $53 miliar.
3. **CBDC**:
Menjadi fokus utama R&D dengan investasi global
mencapai $6 miliar.
⚠️ **Tantangan Implementasi:**
• **Regulation**:
Memerlukan strategi mitigasi yang komprehensif dan
pendekatan bertahap dalam implementasi.
• **Energy Consumption**:
Dapat diatasi melalui kolaborasi stakeholder dan
adopsi best practices industri.
• **Scalability**:
Membutuhkan investasi dalam pengembangan kapabilitas
dan infrastruktur pendukung.
🎯 **Kesimpulan dan Rekomendasi**
Blockchain Technology terus berevolusi dan membuka peluang baru
bagi inovasi dan pertumbuhan. Untuk organisasi yang ingin
mengadopsi teknologi ini, direkomendasikan:
1. **Mulai dari skala kecil**: Pilot project untuk validasi konsep
2. **Investasi SDM**: Pengembangan kompetensi tim internal
3. **Kolaborasi ekosistem**: Partnership dengan vendor dan konsultan
4. **Evaluasi berkala**: Pengukuran KPI dan improvement berkelanjutan
Dengan strategi yang tepat, blockchain technology dapat
menjadi katalis transformasi digital yang signifikan di
Global South.