Selama dua dekade, “Google” adalah sinonim dengan “mencari di internet”. Tapi dua pendatang baru—Perplexity AI dan You.com—berani menantang raksasa itu dengan pendekatan yang berbeda: mesin pencari berbasis AI yang memberi jawaban langsung, bukan daftar tautan.
Perplexity AI, yang diluncurkan awal 2024, tumbuh cepat pada 2025. Cara kerjanya sederhana: Anda bertanya seperti ke teman, misalnya “Apa penyebab banjir di Jakarta?”, Perplexity tidak menampilkan 10 tautan biru, tapi langsung menulis paragraf jawaban yang disertai sumber (tautan ke artikel berita, jurnal, atau laporan resmi). Hasilnya seperti memiliki asisten peneliti pribadi. Pada Agustus 2025, Perplexity mencapai 50 juta pengguna aktif bulanan, sebagian besar adalah pelajar, peneliti, dan jurnalis.
You.com mengambil jalur berbeda. Selain sebagai mesin pencari, You.com juga merupakan platform untuk menjalankan berbagai AI (ChatGPT, Claude, Llama) dalam satu antarmuka. Fitur unggulannya adalah “YouAgent” —AI yang bisa melakukan tindakan seperti memesan hotel, membeli tiket, atau mengirim email. “Saya bilang ke You.com, ‘Cari tiket pesawat Jakarta-Bali akhir pekan ini dengan harga di bawah 1,5 juta, lalu bandingkan dengan kereta api.’ Dalam 10 detik, YouAgent menampilkan tabel perbandingan dan langsung menawarkan untuk membeli,” cerita seorang pengguna di Twitter.
Google merespons dengan cepat. Mereka menambahkan fitur “AI Overview” di hasil pencarian reguler, yang menampilkan ringkasan AI di bagian atas halaman. Tapi banyak pengguna mengeluh ringkasan itu kadang salah atau bahkan berbahaya (pernah merekomendasikan makan batu untuk kesehatan). Google pun membatasi fitur ini.
Pertanyaannya: apakah Google bisa dikalahkan? Analis teknologi ragu. Google masih menguasai 85% pasar mesin pencari global. Tapi tren bergeser: generasi Z lebih sering bertanya ke TikTok atau ChatGPT daripada ke Google. “Saya tidak perlu ‘mencari’ lagi. Saya perlu ‘bertanya’ dan ‘mendapat jawaban’,” kata seorang mahasiswa.
Jika Perplexity dan You.com terus berkembang, 2026 bisa menjadi tahun pertama pangsa pasar Google turun di bawah 80% sejak 2010.