Petani Banyuwangi Kini Bisa Klaim Asuransi Gagal Panen via WhatsApp: Platform ‘TaniKita’ 2026 Karya BUMN Asuransi dan Drone BRIN, Cair dalam 3 Hari

Banyuwangi, Jawa Timur – Gagal panen karena banjir, kekeringan, atau serangan hama adalah momok bagi petani. Selama ini, asuransi pertanian (AUTP) ada tapi klaimnya rumit: petani harus lapor ke penyuluh, penyuluh ke dinas, dinas verifikasi lapangan, bisa berbulan-bulan. Di 2026, holding BUMN asuransi (Jasindo, BTN) bersama BRIN meluncurkan platform TaniKita yang mengotomatiskan verifikasi gagal panen menggunakan drone dan AI, serta pembayaran klaim via transfer bank dalam 3 hari.

Cara kerjanya: Petani mendaftar asuransi via aplikasi TaniKita (bisa juga via WhatsApp dengan mengetik “DAFTAR”). Premi Rp 36.000 per hektar per musim (disubsidi 80% pemerintah, petani bayar Rp 7.200). Saat petani melaporkan gagal panen (dengan foto), TaniKita akan mengirim drone BRIN ke lokasi dalam 24 jam. Drone terbang 50 meter di atas sawah, memotret dengan kamera multispektral. AI membandingkan citra dengan data historis (sawah sehat). Jika AI mengonfirmasi bahwa 75% atau lebih lahan rusak, klaim otomatis disetujui. Petani mendapat SMS: “Klaim Anda disetujui, Rp 6 juta akan ditransfer ke rekening Anda dalam 3 hari.” Tanpa perlu dokumen, tanpa perlu kedatangan petugas.

“Saya mengalami gagal panen padi karena hama wereng. Dulu saya pernah klaim asuransi dan butuh 4 bulan, ujung-ujungnya ditolak karena administrasi kurang. Sekarang dengan TaniKita, saya lapor via WhatsApp, 2 hari kemudian drone datang, 3 hari kemudian uang Rp 6 juta masuk ke rekening. Saya bisa beli bibit dan pupuk untuk musim tanam berikutnya. Ini luar biasa,” kata Pak Kades, petani Banyuwangi. Dalam 6 bulan, 500.000 petani sudah mendaftar, dan klaim rata-rata dibayar dalam 2,5 hari.

Tantangannya adalah petani tanpa HP pintar. TaniKita bermitra dengan 50.000 agen desa (biasanya pemilik warung) yang membantu pendaftaran dan klaim. Juga, drone tidak bisa terbang saat hujan lebat atau angin kencang. Namun klaim tetap diproses menggunakan citra satelit cadangan. Ke depannya, TaniKita akan diperluas ke asuransi ternak (sapi mati karena penyakit) dan asuransi nelayan (kapal tenggelam). Karena petani Indonesia tidak boleh jatuh miskin hanya karena alam tidak bersahabat.