Gelang ‘LindungAnak’ 2026: Deteksi Risiko Stunting pada Balita via Sensor Panjang Badan dan Berat Badan Otomatis, Kirim Peringatan ke Posyandu

Kupang, Nusa Tenggara Timur – Stunting (gagal tumbuh) masih menjadi masalah besar di Indonesia, terutama di NTT, NTB, dan Papua. Penyebabnya adalah deteksi terlambat: orang tua baru sadar anaknya stunting saat usia di atas 2 tahun, padahal masa emas perbaikan adalah 0-2 tahun. Di 2026, Kementerian Kesehatan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan gelang pintar bernama LindungAnak untuk balita usia 0-24 bulan. Gelang ini mengukur panjang badan dan berat badan secara otomatis setiap minggu, lalu AI menganalisis tren pertumbuhan dan memberi peringatan dini jika anak berisiko stunting.

Gelang LindungAnak terbuat dari silikon lembut, tahan air, dan ditenagai baterai tahan 6 bulan. Cara pakainya: gelang dililitkan di pergelangan kaki balita (karena kaki lebih jarang bergerak). Setiap malam saat balita tidur, gelang mengaktifkan sensor ultrasonik (untuk mengukur panjang badan dari tumit ke kepala) dan sensor tekanan (untuk berat badan) — kedua sensor ini bekerja tanpa perlu membangunkan balita. Data dikirim via Bluetooth ke ponsel orang tua, lalu ke server pusat. AI membandingkan data dengan kurva pertumbuhan WHO. Jika panjang badan balita berada di bawah persentil ke-5 selama 2 bulan berturut-turut, atau kenaikan berat badan kurang dari 100 gram per bulan, aplikasi akan mengirim peringatan ke orang tua dan ke posyandu terdekat: “Anak atas nama Budi berisiko stunting. Segera bawa ke posyandu untuk intervensi gizi.”

“Saya kaget ketika gelang anak saya berbunyi: panjang badan anak saya 67 cm, padahal anak seusianya rata-rata 72 cm. Saya bawa ke posyandu, ternyata anak saya kurang asupan protein. Saya diberi telur dan susu gratis selama 3 bulan. Sekarang anak saya umur 2 tahun, panjangnya 85 cm (normal). Terima kasih gelang ini, saya tidak akan tahu tanpa peringatan dini,” kata Maria, ibu di Kupang. Dalam uji coba di 10.000 balita, gelang ini berhasil mendeteksi 85% kasus stunting pada usia 6 bulan, jauh lebih awal dari rata-rata nasional (18 bulan).

Tantangannya adalah biaya. Satu gelang Rp 500.000, terlalu mahal untuk keluarga miskin. Pemerintah memberikan gratis untuk 5 juta balita risiko stunting (berdasarkan data DTKS). Juga, ada kekhawatiran gelang mengganggu tidur balita. Namun dalam uji coba, 95% balita tidak terbangun karena sensor bekerja dengan gelombang ultrasonik yang tidak terasa. Ke depannya, gelang ini akan diproduksi massal oleh BUMN farmasi (Bio Farma) agar harga turun menjadi Rp 150.000. Karena stunting bisa dicegah, asalkan deteksinya dini.