Kemenag dan Telkom Luncurkan ‘RumahIbadahKu’ 2026: Info Waktu Sholat Akurat per Desa, Jadwal Khutbah Jumat, dan Donasi Digital untuk Masjid

Jakarta – Selama ini, umat Islam di Indonesia menggunakan aplikasi jadwal sholat yang datanya global, tidak akurat untuk desa-desa terpencil (perbedaan beberapa menit sangat krusial). Juga, informasi tentang kegiatan masjid (pengajian, khutbah Jumat, buka puasa bersama) hanya tersedia di papan pengumuman fisik. Di 2026, Kementerian Agama bekerja sama dengan Telkom meluncurkan aplikasi RumahIbadahKu yang menyediakan informasi keagamaan berbasis lokasi dengan akurasi tinggi untuk 800.000 masjid dan mushola di Indonesia.

Apa fiturnya? (1) Waktu sholat presisi: Aplikasi menggunakan data posisi geografis dari satelit dan perhitungan hisab hakiki Kemenag, bukan rumus global. Hasilnya, akurasi waktu sholat sampai detik, berbeda per desa. (2) Info masjid terdekat: Pengguna bisa melihat masjid dalam radius 5 km, lengkap dengan fasilitas (AC, kipas, sajadah, tempat wudhu, akses kursi roda), nomor telepon takmir, dan jam buka. (3) Jadwal kegiatan: Takmir masjid bisa mengunggah jadwal kajian, khutbah Jumat (lengkap dengan teks khutbah), buka puasa, dan Idul Fitri. (4) Donasi digital: Umat bisa donasi ke masjid via QRIS, transparan dengan laporan penggunaan dana. (5) Arah kiblat: menggunakan sensor magnetometer dan kalibrasi GPS.

“Saya tinggal di desa pegunungan di Garut. Dulu saya ikut jadwal sholat aplikasi luar negeri, seringkali beda 3-4 menit dengan masjid desa. Sekarang dengan RumahIbadahKu, waktunya sama persis dengan masjid. Saya juga bisa tahu jadwal pengajian ibu-ibu dan donasi untuk renovasi atap masjid yang bocor. Aplikasi ini sangat membantu,” kata Asep, warga Garut. Aplikasi ini juga mencakup gereja, pura, vihara, dan klenteng untuk umat agama lain (menampilkan jadwal misa, persembahyangan, dan perayaan keagamaan).

Tantangannya adalah takmir masjid yang tidak melek teknologi. Kemenag melatih 50.000 takmir muda sebagai admin aplikasi. Juga, data masjid di Papua dan Kalimantan masih banyak yang belum terdaftar. Namun dengan program pendataan masjid nasional, target 800.000 masjid terdaftar pada akhir 2026. Ke depannya, aplikasi ini akan menjadi super-app keagamaan dengan fitur kajian streaming, konsultasi fatwa online, dan zakat digital. Karena di era digital, ibadah juga harus mudah diakses.