Gojek dan PLN Luncurkan ‘OjekSolar’ 2026: 100.000 Motor Bensin Konversi Jadi Motor Listrik, Bisa Tukar Baterai di 2.000 SPBU, Tarif Ojol Turun 20%

Jakarta – Ojek online (Gojek, Grab) adalah tulang punggung transportasi perkotaan, tapi juga penyumbang polusi udara karena ribuan motor bensin tua beroperasi 12 jam sehari. Di 2026, Gojek bersama PLN dan bengkel konversi lokal meluncurkan program OjekSolar: konversi 100.000 motor bensin (milik mitra driver) menjadi motor listrik dengan biaya murah, dan menyediakan infrastruktur baterai swapping (tukar baterai) di 2.000 SPBU Pertamina.

Proses konversi: Mitra driver yang mendaftar akan mengantar motor bensin mereka (bisa Honda Beat, Vario, Mio, dll) ke bengkel resmi. Bengkel akan melepas mesin bensin, tangki bensin, knalpot, dan sistem pembakaran. Kemudian dipasang motor listrik 2 kW (setara 150 cc), baterai lithium-ion 3 kWh (jarak tempuh 80 km), dan sistem kontrol. Biaya konversi Rp 8 juta (subsidi PLN dan Gojek, driver bayar Rp 3 juta). Driver bisa melunasi dengan potongan hasil order. Baterainya tidak permanen: driver datang ke SPBU yang punya stasiun swapping (seperti lemari es besar berisi baterai isi ulang), memasukkan baterai kosong, mengambil baterai penuh, proses 2 menit. Biaya swapping Rp 15.000 per baterai (setara 80 km), lebih murah dari bensin Rp 30.000 untuk jarak yang sama.

“Saya driver Gojek di Jakarta. Sebelumnya, setiap hari habis Rp 40.000 untuk bensin. Sekarang dengan motor listrik konversi, habis Rp 20.000 per hari untuk swapping. Tarif ojek online juga turun 20% karena biaya operasional lebih murah, tapi pendapatan saya tetap karena order lebih banyak. Motor saya juga lebih halus, tidak berisik, dan tidak bau,” kata Ujang, driver. Program ini juga mengurangi emisi CO2 200.000 ton per tahun.

Tantangannya adalah ketersediaan baterai swapping. Pertamina menargetkan 2.000 SPBU di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung pada akhir 2026. Juga, motor hasil konversi tidak boleh melaju lebih dari 60 km/jam (aman untuk perkotaan). Ke depannya, OjekSolar akan diperluas ke 500.000 motor di 10 kota besar. Karena ojol adalah pahlawan perkotaan, mereka layak menggunakan energi bersih.