Kemendag dan Tokopedia Luncurkan ‘PantauHarga’ 2026: Cek Harga Cabai, Bawang, dan Daging di 5.000 Pasar Seluruh Indonesia Real-time, Bantu Ibu Rumah Tangga Belanja Hemat

Jakarta – Harga sembako (cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, telur) sering naik turun tidak menentu. Ibu rumah tangga tidak tahu pasar mana yang paling murah. Spekulan memanfaatkan ketidakjelasan informasi untuk menaikkan harga. Di 2026, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Tokopedia meluncurkan aplikasi PantauHarga yang menampilkan harga 20 komoditas pokok di 5.000 pasar tradisional seluruh Indonesia secara real-time. Data diperbarui setiap hari oleh petugas dinas perdagangan yang sudah dilatih.

Cara kerja: Setiap pagi, petugas dinas perdagangan di setiap kabupaten/kota mendatangi 10 pasar acuan, mencatat harga cabai, bawang, daging, dll, dan menginput ke aplikasi PantauHarga (bisa via HP). Data diverifikasi oleh AI: jika harga cabai Rp 200.000/kg tiba-tiba naik dari Rp 50.000, AI akan curiga ada kesalahan input dan meminta verifikasi ulang. Data yang sudah valid ditampilkan di aplikasi publik dalam bentuk peta warna: pasar hijau (harga di bawah rata-rata nasional), kuning (rata-rata), merah (di atas rata-rata). Ibu rumah tangga bisa mencari pasar termurah dalam radius 5 km.

“Saya ibu rumah tangga di Jakarta. Sebelum ada PantauHarga, saya belanja di pasar dekat rumah, harga cabai Rp 80.000/kg. Saya cek aplikasi, ada pasar 2 km dari rumah dengan harga cabai Rp 60.000/kg. Saya ke sana, hemat Rp 20.000 per kg. Dalam sebulan, saya hemat Rp 200.000 untuk cabai, bawang, dan daging. Aplikasi ini wajib bagi ibu-ibu,” kata Rini. PantauHarga juga membantu pemerintah: jika harga di suatu pasar tiba-tiba melonjak, Kemendag bisa mengirim pasokan dari daerah lain.

Tantangannya adalah akurasi data: petugas bisa salah input atau korupsi (melaporkan harga murah padahal mahal). Namun sistem memiliki verifikasi acak: setiap hari, 10% data dicek ulang oleh tim independen dengan membeli langsung. Juga, ada fitur laporan warga: ibu-ibu bisa melaporkan jika harga di pasar tidak sesuai dengan aplikasi. Ke depannya, PantauHarga akan menggunakan AI dari foto struk belanja warga (crowdsourcing) untuk melengkapi data. Karena harga pangan adalah urusan rakyat, dan transparansi adalah kunci keadilan.