Jakarta – Setiap tahun, ratusan nelayan tewas karena ombak tinggi dan arus laut yang tidak terprediksi. Wisatawan juga sering terseret arus rip current saat berenang di pantai. Selama ini, peringatan cuaca laut dari BMKG hanya umum (per wilayah), tidak spesifik per pantai. Di 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan aplikasi OmbakLaut yang memberikan prediksi tinggi gelombang, arus laut, dan angin untuk 10.000 pantai di Indonesia secara real-time, dengan akurasi hingga radius 1 km.
Aplikasi OmbakLaut menggabungkan data dari: (1) Satelit cuaca global (untuk prediksi angin), (2) Buoy ombak (pelampung pengukur gelombang) yang dipasang di 500 titik perairan Indonesia, (3) Model numerik gelombang (WaveWatch III) yang dijalankan di superkomputer BMKG. Setiap 3 jam, model ini menghasilkan peta tinggi gelombang untuk seluruh perairan Indonesia. Nelayan bisa membuka aplikasi, memasukkan nama pantai (misalnya “Pantai Prigi, Trenggalek”), dan melihat: “Tinggi gelombang hari ini 1,5 meter, aman melaut. Besok diprediksi 3,5 meter, jangan melaut.” Wisatawan bisa melihat: “Pantai Kuta, Bali: tinggi gelombang 2 meter, arus rip sedang (kuning). Berenang dengan hati-hati. Hindari area 50 meter dari utara.”
“Saya nelayan di Trenggalek. Dulu saya melaut hanya berdasarkan melihat langit. Seringkali ombak datang tiba-tiba, kapal saya hampir terbalik. Sekarang saya cek OmbakLaut setiap pagi. Jika aplikasi bilang ombak >2,5 meter, saya tidak melaut. Sejak pakai, saya tidak pernah lagi nyaris celaka. Aplikasi ini menyelamatkan nyawa saya,” kata Slamet. Wisatawan juga terbantu: “Saya mau snorkeling di Pantai Pink, Labuan Bajo. Saya cek OmbakLaut, tinggi gelombang 0,5 meter, aman. Ternyata benar, air tenang. Aplikasi ini wajib bagi wisatawan pantai.”
Tantangannya adalah nelayan tanpa HP pintar. OmbakLaut bermitra dengan pangkalan nelayan yang memasang papan informasi digital yang menampilkan peringatan harian. Juga, prediksi gelombang untuk pantai yang tidak memiliki buoy bisa kurang akurat. Namun model AI bisa menginterpolasi dari buoy terdekat. Ke depannya, BMKG akan memasang 2.000 buoy tambahan di seluruh perairan Indonesia. Karena laut adalah sumber penghidupan jutaan nelayan, dan peringatan dini adalah beda antara pulang selamat atau tidak pulang sama sekali.