Stunting pada balita sering disebabkan defisiensi zink dan zat besi. Hati ayam kaya zat besi heme (mudah diserap) dan zink. Kacang hijau menyumbang protein dan zat besi nabati. Kombinasi keduanya dalam bentuk biskuit MPASI (Makanan Pendamping ASI) praktis dapat menjadi solusi. Riset di Universitas Brawijaya mengembangkan biskuit MPASI dengan substitusi tepung hati ayam (10-15 persen) dan tepung kacang hijau (20-25 persen). Proses pengeringan hati ayam dengan suhu terkendali (60-70°C) mempertahankan kandungan zink dan zat besi. Biskuit diformulasi dengan tekstur cukup lunak untuk bayi dan rasa yang dapat diterima. Analisis menunjukkan kandungan zat besi 6-8 mg/100 gram, zink 3-4 mg/100 gram, memenuhi 30-40 persen kebutuhan harian bayi per sajian. Uji daya terima pada ibu dan bayi menunjukkan respons positif. Produk ini potensial didistribusikan melalui Posyandu.
Related Posts
Platform Edge Computing Terdistribusi untuk Pemrosesan Data Lalu Lintas Kota
- admin
- Februari 4, 2026
- 1 min read
- 0
AIoT 2026: Ketika Kecerdasan Menyebar ke Ujung Jaringan, Mengubah Segalanya dari Pabrik hingga Lampu Jalan
- admin
- Januari 26, 2026
- 5 min read
- 0