Kadar air biji kakao merupakan parameter kritis yang menentukan kualitas fermentasi dan harga jual. Metode pengukuran konvensional dengan oven pengering memakan waktu berjam-jam dan merusak sampel. Sensor kapasitansi menawarkan alternatif pengukuran cepat dan non-destruktif. Prinsip kerjanya: biji kakao dimasukkan ke dalam wadah dengan dua elektroda; kadar air mempengaruhi konstanta dielektrik material, yang tercermin dalam perubahan kapasitansi terukur. Dengan kalibrasi yang tepat, alat portabel bertenaga baterai ini dapat memberikan pembacaan kadar air dalam hitungan detik. Petani dapat menggunakannya di kebun untuk menentukan waktu panen optimal atau memeriksa keberhasilan proses pengeringan sebelum penyimpanan atau penjualan, meningkatkan posisi tawar dan kualitas hasil panen.
Related Posts
Teknologi Kolaborasi Jarak Jauh yang Membuat Tim Tersebar Bisa Bekerja Seefektif Tatap Muka
- admin
- Februari 17, 2026
- 1 min read
- 0
Perbandingan Organ-on-chip vs Personalized Medicine: Mana yang Tepat? 2026-2027
- admin
- Februari 18, 2026
- 4 min read
- 0
Monopoli Digital: Perlawanan Lokal Melawan Raksasa Teknologi Global
- admin
- Januari 28, 2026
- 3 min read
- 0